Oleh: widoyoko magelang | 7 Oktober 2009

Segeralah Ambil Tindakan

ketep pass magelang

ketep pass magelang

Ketika dihadapkan pada suatu problematika, ada dua pilihan yang diambil yaitu menyelesaikan masalah atau menumpuk dan membiarkan masalah itu menjadi bola liar. Berdasarkan realitas yang ada, kita cenderung mengambil sikap yang nomor dua. Padahal kita tahu bahwa menumpuk suatu permasalahan, akan menambah masalah itu sendiri, dimana masalah yang lama belum selesai, sudah ditambah masalah baru, yang belum tentu akan mudah terpecahkan.

Kebiasaan turun temurun tersebut, merupakan bentuk keacuhan kita pada keadaan sekitar lingkungan kita. Ambil contoh, masalah sampah dilingkungan kita. Dengan sadar kita tahu bahwa membuang sampah sembarangan merupakan suatu tindakan yang tidak bijaksana, dikarenakan sampah akan berdampak pada polusi lingkungan. Namun demikian kadangkala kita acuh dan cuek saja membuang sepuntung rokok sembarangan, membuang plastik pembungkus permen seenak “wudele dhewe”, dan masih seabrek contoh yang lain. Kebiasaan seperti itu apabila dibiarkan akan berakibat pada budaya fatalisme. Budaya yang lahir karena sikap ”semau gue”. Coba dikaji, apabila dalam suatu lingkungan RT/RW ada 5 orang saja yang memiliki budaya membuang sampah sembarangan. Dikalkulasikan saja berapa kali orang tersebut membuang sampah setiap hari, dikalikan jumlah orang tiap RT/RW, kemudian dihitung ada berapa RT/RW dalam suatu Kota/kabupaten. Apakah tidak pernah terpikirkan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membersihkan sampah diakibatkan oleh perilaku buruk warga masyarakatnya.

Untuk itulah perlunya kita mengubah perilaku masyarakat yang negatif, untuk dinetralisir ke arah tindakan yang lebih positif. Masalah persampahan merupakan contoh kecil dari sekian ribu permasalahan yang timbul akibat keliru dalam mengambil sikap. Perlunya pendidikan secara perlahan dan berkesinambungan untuk mengubah perilaku masyarakat yang menyimpang menjadi perilaku yang beretika dan penuh tanggung jawab. Transformasi sikap memang tidak mudah dilakukan, segampang orang membalik tangan, namun apabila transformasi ilmu, sikap dan tindakan sudah menjadi budaya, maka hal tersebut akan mudah dilakukan. Tinggal bagaimana kita mensikapi, lebih memilih ”keindahan” atau lebih menuruti hawa nafsu untuk tetap hidup dalam ”kekumuhan”.
Segeralah ambil tindakan sebelum terlambat………………..
Pada dasarnya setiap orang ingin menjadi manusia yang baik………
Tinggal kesadaran kita untuk mengambil sikap, baik terhadap diri sendiri maupun kepedulian kita dalam berinteraksi dengan lingkungan.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.